Puisi Pendek - Dua Gadis Asing

Puisi Pendek - Dua Gadis Asing
Puisi Pendek - Dua Gadis Asing - Dua gadis asing berjalan di jalur setapak, aku duduk sendiri malam itu, seketika berpaling menatap mereka dengan tas plastik penuh makanan ringan.

Lampu lampion yang redup, sebagian telah padam. Odong-odong masih terus berputar dengan lagu ceria. Anak-anak tertawa, bernyanyi dengan goyangan-goyangan kecil.

Tepat berada di tepi pantai, angin laut bertiup pelan. Menyentuh kulit-kulit lelah yang beristirahat.

Merenungkan sejenak dinamika kehidupan yang jauh dari harapan. Doa dan usaha tetap diagungkan. Menikmati kenyataan dan berharap dunia tetap simbang bersama peradaban.

Puisi Pendek Dua Gadis Asing


Angin bertiup sepoi
Suara odong-odong beryanyi
Berputar satu arah
Menggelitik anak-anak
Menemani mereka menikmati dunia
Tanpa beban dewasa yang terbelit sandiwara

Malam menjadi redup
Cahaya lmpion tak serasi
Hadir dua gadis asing dari ujung setapak
Berbincang tentang kisah hidup remaja
Percakapan kecil berdiri pelan

Meresapi suasana dingin di tepi pantai
Keluh kesah berdengung
Seakan hidup tak berpihak
Tersenyumlah seakan saat ini surga

Dua gadis asing
Berpikir keras untuk kembali pulang
Berharap dunia tetap seimbang
Dunia yang penuh akan kebahagiaan
Dua gadis asing malam ini
Menceriakan ruang sunyiku yang melamun

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Dua Gadis Asing"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel