Puisi Pendek - Pikiran Membeku

Puisi Pendek - Pikiran Membeku - Malam ini entah kenapa otak memanas tak terarah, seakan terpenjara oleh malam. Pikiran membeku bagai terbelunggu oleh rantai yang tak terlihat. Badan terasa mati dan hanya terbaring menatap atap rumah yang mulai berkarat. Mungkin tubuh yang lelah dan manja ataukah semangat yang terganggu oleh kenyataan yang terjadi.

Malam menjemput senja dan tubuh ini masih kaku, pikiran menjadi buntuk dan otak menjadi lemah. Hanya jari-jari yang tetap bahagia untuk menulis puisi. Berusaha menenangkan otak dan tubuh yang kebingungan.

Pikiran membeku mencoba keluar dari kesunyian, biarlah pagi yang akan menjelaskan apa penyebabnya dan semua akan harmonis ketika aku terbangun.

Puisi Pendek - Pikiran Membeku


Teriakan ayam menghampiri subuh
Mata tak mampu diajak lelap
Tumpukan kertas kehidupan berhamburan
Otak memanas kehausan
Ide-ide bergentayangan tiada sandaran
Pikiran membeku dalam sadar

Seakan lumpuh di jalan terang
Mungkin otak memohon untuk mati suri
Demi melupakan manusia-manusia apatis
Iblis-iblis bersayap
Menjadi malaikat boneka seribu wujud

Pagi mulai memanggil
Melupakan hikayat cerita yang jenuh
Tubuh lelah dan otak berlari tanpa langkah
Mata tak berbohong
Mengamati pertarungan saudara

Pikiran membeku
Memaksa tubuh untuk menggigil
Merombak dunia-dunia gila
Jiwa buram di depan cahaya
Mata melihat dalam pikiran yang beku
Dan perjuangan tetap hidup sebagai bukti

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Pikiran Membeku"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel