Puisi Pendek - Bidadari Penjaga Cinta

Puisi bidadari penjaga cinta
Puisi Pendek Bidadari Penjaga Cinta - Puisi Bidadari Penjaga Cinta menceritakan tentang cinta sepasang kekasih di negeri Saruma atau Labuha, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Sepasang remaja yang berkenalan karena nomor nyasar di telepon lalu bertemu dan kedua mulai saling menyukai dan menjalin cinta masa remaja. Menjalin hubungan cinta selama beberapa bulan, tiba-tiba sang lelaki menghilang tanpa jejak karena masalah keluarga. 

Hilang kabar dan komunikasi membuat si wanita kebingungan mencari informasi sebab sang pria juga hanya seorang perantau di Labuha. Tanpa diketahui si pria, kesedihan yang begitu dalam melanda wanita kekasihnya itu dan penuh kebencian karena menghilang tanpa kabar.

Sepuluh tahun/ 1 dekade terpisah tanpa kabar hingga pada suatu hari mereka kembali dipertemukan lewat dunia maya (MEDSOS). Percakapanpun tidak berlangsung baik karena rasa benci yang masih membekas di hati si wanita dan memikirkan kenalan pria saat remaja kala itu.

Namun, semua telah berubah ! si pria yang telah selesai menempuh pendidikan di perguruan tinggi mengalami perubahan karakter yang luar biasa. Lewat postingan media sosial si wanita mengamati dan mulai merasa kebaikan yang dihadirkan oleh si pria dalam berbagai aktivitasnya.

Akhirnya keduanya kembali berkomunikasi lewat via telepon dan berbicara panjang lebar tentang kisah mereka sepuluh tahun lalu. Si pria memohon maaf dan si wanita dengan ikhlas menerimannya. Rasa cinta selama 1 dekade tetap di hati sang bidadari. Namun, siapa sangka si pria juga masih dengan rasa cinta yang sama.  

Puisi Bidadari Penjaga Cinta


Satu dekade lalu menyulam kisah cinta
Remaja labil menepuk dada kejantanan
Terbang bebas menyatu bersama awan hitam
Merangkul dunia yang imajinasi liar
Melihat hitam menjadi putih
memerdekakan watak kekanakan

Angin memperkenalkan kita
Bidadari lugu dari negeri Saruma
Kau menenangkan jiwa yang berkoar
Wanita pertama di peralihan dewasa
Kau cantik dalam sikap tenangmu
Kau menarik tatapan jiwaku

Bidadari penjaga cinta
Maafkan egois kala itu
Hilang bagai embun di kaki bukit
Pergi tanpa jejak teriakan
Dekade tumbuh di dua musim katulistiwa
Kau tetap menyimpan rindu yang rapi
Maafkan aku yang mengalir di perut bumi

Cintamu merawat waktu
Dekade lalu mengajarkan banyak kisah cinta
Aku mencintaimu tanpa bukti
Keremajaan kita menjadi rumit penjelasan
Kini kehendak saling menyapa
Perasaanmu tetap hangat akan cinta
Menjadi dekapan cinta dari dinginnya badai

Kau menjaga rasa cinta dalam kesedihan
Maafkan aku yang bodoh
Hanya ingin aku bisikkan tentang kekuranganku
Aku menjaga cintamu dalam ingatan abadiku
Kau menyatu dalam ingatan dekade hilangku

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Bidadari Penjaga Cinta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel