Puisi Pendek - Cinta yang Samar

Puisi Pendek Cinta yang Samar - Puisi cinta yang samar menceritakan tentang seorang pria yang baru saja mengenal sosok wanita yang meluluhkan hatinya. Hubungan perkenalan mulai dijalani, beberapa kali bertemu dan bicara, saling pandang, senyum dan kombalan-gombalan kecil disuarakan oleh sang pria.

Namun, sudut pandang mereka berdua berbeda tentang cinta. Wanita yang pernah mondok di pesantren penuh dengan nilai-nilai agama dalam memaknai cinta sedangkan si pria yang mengenal cinta secara umum sebagaimana kebanyakan orang.

Taaruf dan pacaran, mungkin ini dua kata yang dapat menggambarkan perbedaan pemahaman mereka berdua. Si wanita lebih memilih untuk Muhasabah hingga Taaruf sementara si pria yang hanya mengenal tindakan pacaran selama hidupnya.

Puisi Cinta yang Samar


Malam dan siang mengalirkan rindu tentangmu
Di sudut kesunyian tempat berteduh
Suara berbisik pelan tentang harapan
Memastikan dirimu tenang mengamati
Bersama kehendak langit yang menyaksikan

Cinta ini masih samar
Berada di tengah perjalanan badai
Diriku mencerna sentuhan sikap dan pikiranmu
Pandangan-pandangan ini berbeda dalam satu tujuan
Bagai cahaya lilin di kayu jendela
Padam dan terang menjadi kemungkinan

Perbedaan itu indah
Sebab baik dan buruk menjadi satu rahim
Lahir menjadi diri untuk memilih
Berhentilah berdebat
Kita berada dalam satu payung kala hujan dan kemarau

Niat dan keyakinan bukan sekedar foto pajangan
Hidup mengalir menjadi adab
Mengukir ikhlas dan tulus di dinding kehidupan
Cinta kita samar di naungan cahaya
Jarak kita saat ini sentuhan waktu
Menjadi muhasabah cinta

Baca juga :

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Cinta yang Samar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel