Puisi Pendek - Kopi Penghangat Bicara

Puisi Pendek Kopi Penghangat Bicara - Sore itu saya tertidur tanpa sadar, mungkin saja efek ngantuk yang tak tak terbendung. Ditambah lagi kumpulan masalah yang menampar pikiran dan hati. Ketika terbangun dan melihat telepon genggam, ada sebuah pesan dari teman akrab yang menanyakan keberadaan saya.

Dia berniat untuk mengajak ngopi bareng dan saat itu dia telah berada di sebuah kedai kopi. Ini adalah puisi tentang kopi yang kedua kali, pertama yaitu puisi kopi hitam menemani malam

Saya kemudian membalas pesannya dan menuju ke kedai kopi. Hal yang terpenting dari cerita ini yaitu ketika kita banyak dihadapkan dengan berbagai masalah, jangan hanya mengurung diri di rumah tapi berjalanlah sambil bertemu dengan teman-teman dekat sebab dari situ kita akan sejenak melupakan semua masalah dan dari berbagai perbincangan dapat juga menghasilkan solusi-solusi yang dapat kita ambil.

Puisi Kopi Penghangat Bicara


Terasa hilang setengah akal mencabik rasa
Gelas-gelas putih bersuara lembut
Hati dan pikiran bertarung layaknya kehidupan
Semua terasa lumpuh di bawah bayang-bayang kehendak
Bisu bersua menjadi tali pegangan erat

Kopi hari ini menyatakan rasa yang teraduk
Penghangat bicara dengungan gelombang
Ruang-ruang penjara mulai retak
Terbangun dari tidur siang terlarang

Candaan-candaan liar terlontar
Pikiran-pikiran putih tercurah
Adu pendapat menjadi tontonan jalanan
Kita menikmati surga dalam keinginan masing-masing
Dan neraka menjadi cerita panjang yang menanti

Hari ini aku terbangun dari tekanan
Menanti belas kasih Tuhan untuk kenikmatan
Meninggalkan kamar-kamar gelap
Mencari cahaya-cahaya tersembunyi di balik pepohonan
Hingga hidup menjadi gelap dan terang dalam kenikmatan

Musikalisasi Puisi Kopi Penghangat Bicara

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Kopi Penghangat Bicara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel