Puisi Pendek - Penyesalan itu Manusiawi

Puisi Pendek Penyesalan itu Manusiawi - Menjalani kehidupan pasti diperhadapkan dengan banyak pilihan sehingga lahir istilah hidup adalah pilihan. Terkadang kita dihadapkan dengan pilihan yang sangat rumit.

Pilihan antara karir, cinta dan keluarga menjadi sebuah tantangan hidup yang butuh ketenangan dan kesabaran hati untuk memilih serta keputusan yang dipertimbangkan secara matang.

Ketika pilihan telah dibuat dan tidak sesuai apa yang diharapkan, maka yakinlah penyesalan itu manusiawi sebagai manusia. Tapi ingatlah, jangan pernah tenggelam dalam sebuah penyesalan, hal itu hanya akan semakin memperburuk keadaan yang dialami.

Selalu ada pilihan untuk memilih, yakinlah apa yang akan diputuskan dan persiapkanlah diri kita ketika tidak seperti apa yang diharapkan.

Puisi Penyesalan itu Manusiawi

Akal berperan dalam dua pilihan
Kebaikan dan keburukan menjadi jalan
Pilihan demi pilihan mengonggong keras
Membuat desakan-desakan yang menuntut
Hingga memilih dan dipilih bukan hal asing lagi

Menyesal itu manusiawi
Kita bukan besi dan logam yang berbentuk
Kita manusia yang lalai, egois dan sombong
Sebab itulah turun perintah belajar

Menyesal itu biasa, bukan tenggelam dalam rasa penyesalan
Hidup penuh pilihan dan selalu ada pilihan
Bagai kamar-kamar kosong dengan lampu berwarna
Bagai sebagian rumput kering yang terkena matahari langsung

Ketika pilihan tidak sesuai harapan
Jangan berteriak dalam hati kecilmu
Itu manusiawi, maka bagunlah
Cinta yang ditinggalkan
Karir yang dilupakan
Semua larut dalam pilihan
Maka berusaha nikmatilah pilihan kita
Agar dunia ini menonjol dengan senyuman

Musikalisasi Puisi Penyesalan itu Manusiawi

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Penyesalan itu Manusiawi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel