Puisi Pendek - Rasa Rindu yang Merajalela

Puisi Rasa Rindu yang Merajalela
Puisi Pendek Rasa Rindu yang Merajalela - Puisi rindu yang merajalela menceritakan tentang seseorang yang secara langsung belum dapat move on dari mantan kekasihnya yang sudah putus selama kurang lebih delapan tahun lamanya. Belum bisa bangkit atau move on secara secara langsung sebab ada saat-saat tertentu yang membuat dia rindu dengan mantan kekasihnya tersebut. Meskipun telah beberapa kali menjalani hubungan cinta dengan orang lain tetap saja pada rasa rindu akan mantanya sering hadir tanpa direncanakan.

Rasa rindu itu semakin terasa ketika suatu hari dia melihat mantan pacarnya itu foto bersama kekasihnya di akun media sosial. Entah kenapa, rasa rindu terhadap mantannya tersebut sulit sekali dikendalikan apalagi di taklukkan. Padahal ada beberapa mantan kekasihnya juga, namun hanya dia yang membuat orang ini sulit untuk bangkit dan melupakannya.

Puisi Rasa Rindu yang Merajalela


Delapan tahun lamanya menjadi kesia-siaan belaka
Aku berjalan meninggalkan lentera kenangan
Berjuang menapaki jalan kembali yang dilupakan
Wahai malaikat, tolong tanyakan pada-NYA mengapa menciptakan rindu
Sebab pertanyaanku belum terjawab lewat alunan doa

Lupaku menjadi tameng perjuangan melawan rindu
Sekian lama tak terobati luka sesal yang mengakar
Aku tangguh menantang rindu yang lain
Namun dirimu, rindu ini membiusku
Hilang kekuatan untuk bangkit
Lupa ini hanya sesaat diantara waktu

Jiwa ini lelah bertarung untuk melupa
Kamu menjadi rindu yang memabukkan
Oh Tuhan, apa isyarat makna rasa rindu ini ?
Aku kehabisan akal menafsirkanya
Mengapa hanya dia yang membuatku kalah
Melawan sejuta rindu anak manusia

Delapan tahun tak menjadi kuat untuk ikhlas
Jika dia bukan untukku, tolong aku Tuhan
Hapus sebagian ingatan tentang dia
Sehingga menjadi ingat tanpa merindu
Kau telah bersama orang lain
Lupakan aku dengan sebenar-benarnya
Hingga terungkap makna rindu yang misteri

Baca juga :




Puisi Cukup Melihatmu Untuk Bahagia

Musikalisasi Puisi Rasa Rindu yang Merajalela

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Rasa Rindu yang Merajalela"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel