Puisi Pendek - Kembali ke Tanah Kelahiran

Puisi Pendek Kembali ke Tanah Kelahiran  - Puisi kembali ke tanah kelahiran menceritakan seorang perantau yang lama mengadu nasib di negeri orang dan setelah hitungan puluhan tahun, dia kembali ke kampung halaman dengan tujuan dan niat yang tulus untuk mengabdi ke daerah asalnya dengan berbagai pengamdian kepada masyarakat.

Selain merantau dan bekerja di tanah seberang, dia juga ikut kuliah sehingga bertambah juga ilmu pengetahuan disamping pengalaman hidup yang menjadi guru dalam perjalanan hidupnya. Setelah cukup lama berada jauh dari kampung halaman, akhirnya dia kembali dan berusaha melakukan hal-hal yang bersifat positif untuk perkembangan daerahnya.

Puisi Kembali ke Tanah Kelahiran 


Lama melalang buana di tanah seberang
Mengatur langkah dan menjunjung langit
Mata-mata penderitaan menjadi saksi nyata
Rantai kebahagiaan terpasang longgar di pergelangan kehidupan
Tanah-tanah ini menjadi ruang belajar untuk kebijakan
Agar aku siap menjadi wajah ceria saat kembali ke tanah kelahiran

Kembali ke tanah kelahiran
Memuji dengan setengah wajah di balik lumbung padi
Berharap burung-burung tak lagi menganggu
Berdiri dan berjalan di atas otak-otak kepanasan
Memadu ide dan buah pikiran kemanusiaan

Bukan tentang kemewahan hidup
Terkadang bahagia sesaat memanjakan kesadaran
Butuh mengunyah bahan-bahan yang tersedia
Hingga keringat menjadi butiran berlian
Dan pujian lari terbahak tanpa berpaling

Kembali ke tanah asal perjuangan
Leluhur menjadi saksi keberadaan kita
Kami semakin jauh dari rumah emas
Mari pulang dan duduk sebentar
Menikmati suguhan lagu kenangan dan kopi hitam
Hingga kita menjadi senyum bahagia di tengah ketegangan

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Kembali ke Tanah Kelahiran "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel