Puisi Pendek - Renungan Malam yang Sunyi

Puisi Renungan Malam yang Sunyi
Puisi Pendek Renungan Malam yang Sunyi - Puisi renungan malam yang sunyi lahir pada suatu malam yang tenang, sunyi dan diam. Hanya suara cicak-cicak di dinding dan suara jangkrik yang terdengar. Terbaring dan diam tapi bukan tidur.

Malam yang baik untuk melakukan perenungan diri pribadi terhadap segala kekurangan yang menjadi pelajaran berharga agar dapat melakukan hal-hal yang lebih baik lagi. Kelebihan-kelebihan yang anda sebagai bahan intropeksi diri agar selalu rendah hati dan menghindari sebaik-baiknya sifat sombong yang tertanam dalam diri.

Malam ini udaranya dingin, pengaruh iklim pedesaan yang cenderung tertata rapi tumbuhan-tumbuhan yang hijau dan subur. Malam ini indah untuk berpikir, mengatur langkah-langkah di masa yang akan datang.

Puisi Renungan Malam yang Sunyi


Sunyi senyap seketika
Bulan menari di singasananya
Cicak-cicak masih bergembira riang
Kumpulan jangkrik bernyanyi dengan irama indah
Malam ini sunyi dan diam

Aku masih terbaring dengan sadar
Mata ini cemberut untuk tenggelam
Pikiran ini berkelana bebas di kesunyian
Hati ini berkaca-kaca pada fenomena kehidupan
Aku masih terbaring dalam kesadaran
Mungkin ini namanya renungan malam

Menilai diri sendiri dalam kekurangan
Menjaga kesombongan dari kelebihan
Berharap sejarah akan terulang dalam kebaikan
Dan semua terbungkus rapi bersama rasa syukur

Tanpa menggurui dan menghakimi
Tanpa merasa paling benar
Tanpa merasa salah yang berlebihan
Aku sunyi dan sendiri malam ini

Menikmati kesunyian yang tenang
Malam ini membisu penuh isyarat
Menjadi pelajaran untuk jiwa ini
Berharap ruang-ruang indah di masa depan
Maka renungan malam ini menjadi obat kehidupan

Baca juga : Puisi Renungan Diri 

Musikalisasi Puisi Renungan Malam yang Sunyi

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Renungan Malam yang Sunyi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel