Puisi Pendek - Pandanganku Bukan Cinta

Puisi Pandanganku Bukan Cinta
Puisi Pendek Pandanganku Bukan Cinta - Puisi Pendek Pandanganku Bukan Cinta - Puisi pandanganku bukan cinta menceritakan bahwa ketika pertama bertemu dengan seorang wanita/pria, itu hanyalah pandangan suka bukan cinta. Ketika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama maka perlu dipertanyakan sebab bisa saja itu hanyalah sebuah bualan gombal yang tak mendasar.

Saat pertama melihatmu, kau tidak cantik namun menarik. Mata bulatmu tersipu malu bersama lirikannya. Senyum anggunmu yang mungkin tak kau sadari namun mata ini tak mampu berbohong.

Aku hanya suka, tak mau munafik mengatakan cinta. Berilah aku kesempatan untuk mengajakmu ke dunia nyata agar aku sadar kalau pertemuan ini bukan mimpi. Aku suka kamu, semoga kita dapat menjadi cinta dan sayang yang abadi.

Puisi Pandanganku Bukan Cinta


Ketika pertama melihat wajah coklatmu, aku mulai suka
Rasa suka yang menyelinap di kelopak mata
Bukan karena birahi yang mengamati
Tapi suka yang tak sengajakan

Rasa suka yang tak mau dikendalikan
Biarlah rasa ini menggila melawan arah kewarasan
Sebab hati dan pikiran kadang bermusuhan dengan panca indera
Gairah cinta mulai menggebu
Seakan berharap memenangkan pertarungan hati

Ingin terus menatap mata bulatmu
Senyum-senyum manismu yang masih malu
Dan bentuk tubuhmu yang tak terlalu tinggi
Kau tak secantik bidadari tapi menarik perhatianku

Pandangan ini jujur, mungkin sedikit menipu otak
Tapi apalah daya hati tak diberi kekuatan untuk berpaling
Pandangan ini sebatas suka
Aku tak mau munafik mengatakan cinta

Biarlah kita bersahabat dengan kenyataan
Hingga suka ini merubah wujudnya menjadi cinta
Aku tak mau berjanji, sebab aku hanya musafir tanpa arah
Satu yang membuat aku percaya
Mata ini tidak menipu dan kata ini jujur dari daging lembutku di dada
Aku suka kamu

Musikalisasi Puisi Pandanganku Bukan Cinta

Berlangganan update puisi terbaru via email gratis !:

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pendek - Pandanganku Bukan Cinta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel